Luis Federico Leloir, Penemu Nukleotida
Ditulis oleh Irwan Nugraha pada 28-04-2008
Penelitiannya mengenai metabolisme galaktosa mengawali isolasi glukosa 1,6-difosfat dan uridin difosfat glukosa. Pada tahun 1953, dia bersama Enrico Cabib menemukan bahwa zat yang terakhir berperan sebagai donor glukosa pada sintesis trehalose. Dia, Carlos E. Cardini, dan J. Chiriboga, pada tahun 1955 menemukan bahwa zat tersebut berperan sama pada sintesisi sukrosa. Nukleotida yang lainnya seperti uridin difosfat asetilglukosamin dan guanosin difosfat glukosa juga berhasil diisolasi. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa uridin difosfat glukosa terlibat dalam sintesis glikogen dan adenosin difosfat gkukosa pada pati. Beberapa penyelidikan berikutnya bersama Nicolas Behrens mengenai peranan poliprenol, dolikol, pada transfer glukosa pada jaringan hewan.
Diantara berbagai penghargaan yang diperoleh, dia memperoleh penghargaan tersebut dariArgentine Scientific Society, Helen Hay Whitney Foundation, Severo Vaccaro Foundation, Bunge and Born Foundation, Gairdner Foundation, Louisa Gross Horowitz Foundation, dan Benito Juarez Foundation. Dia dianugerahi doktor kehormatan dari berbagai universitas: Granada, Spain, Paris, France, Tucuman, Argentina, dan La Plata Argentina. Dia dianugerahi Nobel Prize di bidang kimia pada tahun 1970 untuk penemuan nukleotida dan peran nukleotida tersebut dalam biosintesis karbohidrat.
Dia menjadi anggota berbagai kegiatan akademik: National Academy of Sciences, American Academy of Arts and Sciences, Academia Nacional de Medicina, American Philosophical Society, Pontificial Academy of Sciences, Royal Society of London, French Academy of Sciences dan Anggota Kehormatan Biochemical Society Inggris seperti pada Pan-American Association of Biochemical Societies.
Dia meninggal pada 2 Desember 1987. Dia menikahi Amelia Zuberbuhler dan memiliki seorang putri, Amelia.