.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 26 Juni 2012

Hermann Staudinger


Hermann Staudinger, Pemenang Hadiah Nobel Kimia tahun 1953

Ditulis oleh Wahyudi pada 24-01-2010
Hermann StaudingerHerman Staudinger ilahirkan di Worms pada tanggal 23 Maret 1881. Ayahnya adalah Dr. Franz Staudinger.
Staudinger disekolahkan di Worms, diterima sebagai mahasiswa pada tahun 1899, dan melanjutkan studi pertamanya di Universitas Halle, selanjutnya di Darmstadt dan Munich. Ia lulus dari Universitas Halle pada tahun 1903 dan memenuhi persyaratan untuk dilantik sebagai pengajar akademik di bawah pengawasan Profesor Thiele di Universitas Strasbourg pada musim semi tahun 1907. Pada bulan November 1907, ia ditunjuk sebagai Profesor Kimia Organik di Institut Kimia Technische Hochschule di Karlsruhe. Selama 14 tahun, dari tahun 1912, ia mengajar di Eidgenössische Technische Hochschule di Zurich, dan pada tahun 1926 menghadiri undangan Universitas Freiburg untuk datang sebagai Pengajar Ilmu Kimia. Di kota ini, ia menghabiskan masa karirnya. Mulai tahun 1940, ia memegang jabatan tambahan sebagai Kepala Institut Penelitian untuk Kimia Makromolekular. Staudinger mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Laboratorium Kimia di Universitas pada bulan April 1951, dan menerima posisi kehormatan sebagai Kepala Institut Penelitian Negara untuk Kimia Makromolekular, yang ia pegang hingga bulan April 1956.
Staudinger adalah penulis yang produktif dan buku-buku berikut ini ditulis olehnya dan telah dipublikasikan: Die Ketene (Senyawa Ketena), dipublikasikan oleh Enke, Stuttgart, pada tahun 1912; Anleitung zur organischen qualitativen Analyse (Pengenalan Analisis Kualitatif Organik), dipublikasikan oleh Springer, Berlin, edisi pertama terbit tahun 1923, edisi kelima terbit tahun 1948, edisi keenam terbit tahun 1955; Tabellen zu den Vorlesungen über allgemeine und anorganische Chemie (Tabel bahan Pengajaran Ilmu Kimia Umum dan Kimia Anorganik), dipublikasikan oleh Braun, Karlsruhe, edisi pertama terbit tahun 1927, edisi kelima terbit tahun 1947; Die hochmolekularen organischen Verbindungen, Kautschak und Cellulose (Senyawa Organik Makromolekul, karet dan selulosa),dipublikasikan oleh Springer, Berlin, pada tahun 1932;Organische Kolloidchemie (Kimia Koloid Organik), dipublikasikan oleh Vieweg, Braunschweig, edisi pertama terbit tahun 1940, edisi ketiga terbit tahun 1950; Fortschritte der Chemie, Physik und Technik der makromolekularen Stoffe (Kemajuan ilmu Kimia, Fisika dan tekhnik zat Makromolekular), bergabung dengan Professor Vieweg dan Professor Röhrs, Volume 1, 1939, Volume II, pada tahun 1942, penerbit Lehmann, Munich; Makromolekulare Chemie und Biologie(Ilmu Kimia dan Biologi Makromolekular), penerbit Wepf & Co., Basle, pada tahun 1947; Vom Aufstand der technischen Sklaven (Peningkatan Kerja Tekhnik), dipublikasikan oleh Chamier, Essen-Freiburg, pada tahun 1947.
Sejak bulan September 1947 Staudinger telah mengedit Die makromolekulare Chemie (Ilmu Kimia makromolekular) secara periodik, diterbitkan oleh Dr. A. Hüthig, Heidelberg dan Wepf & Co., Basle.
Pada tahun 1961, bukunya yang berjudul Arbeitserinnerungen(Kenangan Penelitian), dipublikasikan oleh Dr. A. Huthig, di Heidelberg.
Selain buku-buku tersebut, Staudinger mempublikasikan sejumlah paper ilmiah. Lima puluh di antaranya mengenai ketena, juga meneliti oksalil klorida, senyawa diazo alifatik, ledakan, insektisida, aroma kopi dan lada sintetis. Sejak tahun 1920, ia telah menulis sebanyak 500 paper mengenai senyawa makromolekular, 120 di antaranya adalah tentang selulosa, 50 di antaranya membahas karet dan isoprena.
Untuk hasil penelitiannya, Staudinger menerima banyak penghargaan dan gelar kehormatan; sedikit saja yang disebut di sini- yakni Dr. Ing. h.c. dari Technische Hochschule Karlsruhe; Dr.rer.nat.h.c. dari Universitas Mainz; dr.(C)h.c. dari Universitas Salamanca; Dr.chem.h.c. dari Universitas Torino; Dr.sc.techn.h.c. dari Eidgenössische Technische Hochschule di Zurich; dan Dr.h.c. dari Universitas Strasbourg. Pada tahun 1953, ia mendapat penghargaan Hadiah Nobel Kimia untuk penemuannya dalam bidang ilmu kimia makromolekular. Pada tahun 1933 ia mendapat medali kehormatan dengan Hadiah Cannizaro dari Reale Accademia Nazionale dei Lincei di Roma. Ia adalah anggota Institut de France (Institut Perancis), juga menjadi anggota dan anggota kehormatan banyak organisasi kimia dan HimpunanIlmu Kimia Makromolekular di tokyo.
Herman Staudinger menikah dengan Magda Wait, yang selama bertahun-tahun adalah asistennya dan pendamping penulis pada sejumlah publikasi.
Herman Staudinger meninggal pada tanggal 8 September 1965.

Jacobus H. van ‘t Hoff


Jacobus H. van ‘t Hoff, Penerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1901

Ditulis oleh Wahyudi pada 31-01-2010
Jacobus H. van 't HoffJacobus Henricus van’t Hoff dilahirkan di Rotterdam, Belanda pada tanggal 30 Agustus 1852. Ia adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara, dari pasangan Jacobus Henricus van’t Hoff, seorang dokter dan Alida Jacoba Kolff.
Pada tahun 1869, ia mendaftar ke Sekolah Politeknik di Delft dan mendapatkan gelar diploma tekhnologi pada tahun 1871. Keputusannya untuk mengejar karir di bidang ilmiah, bagaimanapun, datang tak lama setelah melakukan studi tur ke pabrik gula ketika dia mengantisipasi kemungkinan profesi ahli tekhnologi yang suram. Setelah menghabiskan setahun di Leiden, khususnya di bidang matematika, ia pergi ke Bonn untuk bekerja dengan A.F. Kekulѐ dari musim gugur tahun 1872 hingga musim semi tahun 1873; periode ini diikuti dengan bidang yang lain di Paris dengan bimbingan A. Wurtz, ketika ia mengikuti sejumlah besar kurikulum tahun 1873-1874. Ia kembali ke Belanda pada tahun 1874 dan mendapatkan gelar doktornya pada tahun yang sama di bawah bimbingan E. Mulder di Utrecht.
Pada tahun 1876 ia menjadi pengajar di Kampus Veteriner di Utrechtm lalu meninggalkan jabatan ini untuk posisi yang sama di Universitas Amsterdam pada tahun berikutnya. Pada tahun 1878 datang sebuah tawaran sebagai Profesor Ilmu Kimia, Mineralogi dan Geologi di Universitas yang sama. Setelah bekerja selama 18 tahun, ia menerima undangan ke Berlin sebagai Profesor Kehormatan, terkait dengan keanggotaan di Akademi Sains Kerajaan Prussia. Alasan utama perubahan ini adalah karena fakta bahwa ia mendapat terlalu banyak beban kewajiban untuk memberikan kuliah dasar dan menguji sejumlah besar mahasiswa, termasuk mereka yang belajar teori dasar kedokteran, sehingga memiliki hanya sedikit waktu untuk melakukan penelitiannya sendiri. Ia rajin menganjurkan untuk membuat sebuah kelas khusus untuk para peneliti ilmiah. Pada jabatannya yang baru inilah ia menghabiskan masa karirnya.
Van’t Hoff mendapatkan ketenaran selama masa publikasi paper yang ditulisnya. Tesis doktornya pada tahun 1874 berjudul Bijdrage tot de Kennis van Cyaanazijnzuren en Malonzuur (Kontribusi Pengetahuan Tentang Asam Sianoasetat dan Asam Malonat). Dengan bobot bahasan yang lebih berat dan telah dipublikasikan beberapa bulan sebelumnya yakni: Voorstel tot Uitbreiding der Tegenwoordige in de Scheikunde gebruikte Structuurformules in de Ruimte dan lain-lain (Proposal Pengembangan Formula Struktur Kimia Tiga Dimensi). Pamflet kecil yang terdiri dari teks sebanyak 12 halaman dan satu halaman diagram ini, memberikan dorongan pada pengembangan stereokimia. Konsep “atom karbon asimetris”, berkaitan erat dengan publikasinya, menjelaskan adanya ketersediaan sejumlah isomer, yang tidak dapat dijelaskan dengan peralatan formula struktur saat itu. Pada waktu yang sama, ia menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas optis dan keberadaan atom karbon asimetris.
Ide revolusionernya, bagaimanapun, baru bisa diterima setelah dipublikasikan pada tahun 1875, dengan judul Chimie dans l’Espace;khususnya ketika dua tahun kemudian diterjemahkan dalam bahasa Jerman, dengan pendahuluan oleh J. Wislicenus (Terjemahan Bahasa Inggris: Chemistry in Space belum muncul hingga tahun 1891). Pada tulisannya yang berjudul Dix Années dans l’Histoire d’une Théorie (Sepuluh Tahun Sejarah Sebuah Teori), ia berkonsentrasi pada kenyataan bahwa J.A. Le Bel telah muncul dengan ide yang sama, dengan bentuk yang lebih abstrak.
Pada tahun 1884, bukunya yang berjudul Études de Dynamique chimique (Studi Kimia Dinamik) terbit, yang mana untuk pertama kalinya ia memasuki bidang kimia fisika. Pengembangan van’t hoff yang sangat penting adalah pada hubungan termodinamika umum antara konversi panas dan penggantian kesetimbangan sebagai pengaruh dari temperatur. Pada volume yang konstan, kesetimbangan dalam sistem akan cenderung bergeser ke arah perubahan suhu sebaliknya yang akan menganggu kesetimbangan sistem. Jadi, menurunkan suhu akan menghasilkan peningkatan panas sedangkan meningkatkan suhu akan menyebabkan penyerapan panas. Prinsip kesetimbangan dinamis ini sesudah itu dibahas secara umum pada tahun 1885 oleh Le Chatelier, yang memperluas prinsip termasuk adanya perubahan volume, untuk perubahan tekanan yang berlawanan- yang sekarang dikenal sebagai prinsip van’t Hoff-Le Chatelier.
Pada tahun berikutnya, pada tahun 1885, diterbitkan L’Équilibre chimique dans les Systèmes gazeux ou dissous à I’État dilué (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan Sangat Encer), yang berkaitan dengan teori larutan encer. Di sini van’t Hoff menunjukkan bahwa tekanan osmotik dalam larutan yang cukup encer adalah sebanding dengan konsentrasi dan pada suhu absolut tekanan ini bisa dihitung dengan formula yang mana deviasi berasal dari formula untuk tekanan gas dengan adanya koefisien i. Ia juga menetapkan nilai koefisien i dengan beragam metode, sebagai contoh dengan peralanan tekanan ua dan hasil Raoult ketika menurunkan titik beku. Jadi van’t Hoff telah mampu membuktikan bahwa hukum termodinamika tidak hnya berlaku untuk gas, tapi juga untuk larutan encer. Hukum tekanannya, memberikan pemberlakuan umum teori disosiasi elektrolitik Arrhenius (1884-1887)- orang asing pertama yang datang untuk bekrja dengannya di Amsterdam (1888)- dianggap sebagai hukum yang pling penting dan komprehensif pada bidang ilmu alam.
Selama van’t Hoff berada di Berlin dari tahun 1896 hingga 1905, secara terus menerus terikat dengan permasalahan sumber deposit di laut, dengan acuan yang terbentuk di Stassfurt. Pada penelitiannya yang ekstensif ini, ia dibantu oleh W. Meyerhoffer yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam selama beberapa tahun. Ia mungkin orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil yang diperoleh di laboratorium, untuk diterapkan pada fenomena skala besar di alam. Hasil penyelidikan yang ambisius ini, kebanyakan dipublikasikan dalam Laporan Akademi Sains Prussia, yang kemudian diringkas olehnya dalam dua jilid Zur Bildungozeanischer Salzablagrungen, pada tahun 1905-1909.
Van’t Hoff benar-benar menerapkan kekuatan imajinasinya dalam penelitian ilmiahnya, sebagaimana yang ditampilkan dalam acara pengukuhan pemberian beasiswa profesor di Amsterdam: Verbeeldingskracht in de Wetenschap(kekuatan Imajinasi dalam Sains), yang mana setelah studi biografi yang rumit, ia sampai pada kesimpulan bahwa ahli sains yang paling menonjol, memiliki kualitas ini dalam skala tinggi. Wilhelm Ostwald, yang bekerja bersamanya mendirikan Zeitschrift für physikalische Chemie in Leipzig, dan ia bisa dikatakan sebagai pendiri kimia fisika.
Penghargaan yang paling menonjol yang didapatkannya adalah hadiah Nobel Kimia (1901) sebagai titik puncak karirnya. Pada tahun 1885, ia ditunjuk sebagai anggota Akademi Sains Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tertunda pada tahun 1880 karena kekurangan suara dalam voting-sebuah bukti bahwa ide-idenya hanya sedikit diterima oleh negaranya sendiri. Di antara penghargaan yang terkemuka lainnya adalah gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale(1901), Universitas Victoria(1903), Heidelberg (1908); Medali Davy dari Royal Society (1893, Medali Helmholtz dari Akademi Sains Prussia (1911); ia juga ditunjuk Chevalier de la Legion d’Honneur (1894), Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911). Ia juga menjadi anggota kehormatan Himpunan Kimiadi London (1898), Akademi Sains Kerajaan di Gottingen (1892), Himpunan Kimia Amerika (1898), Académie des Sciences di Paris (1905).
Van’t Hoff adalah seorang pecinta alam; sebagai seorang mahasiswa di Leyden, ia sering mengambil bagian dari darmawisata tumbuhan, dan belakangan di Bonn, ia benar-benar menikmati daerah sekitar pegunungan, sering berjalan jarak jauh sendirian maupun ditemani. Penggambarannya yang cukup detil tentang perjalanannya ke Amerika Serikat, berasal dari undangan untuk mengajar di Universitas Harvard, menunjukkan besarnya hobi bepergiannya. Kemauannya untuk menerima filosofi dan kesukaannya pada puisi tampak jelas pada masa awal sekolah – dengan Lord Byron sebagai idolanya.
Pada tahun 1878, ia menikah dengan Johanna Francina Mees. Mereka memiliki dua anak perempuan, Johanna Francina (lahir tahun 1880) dan Aleida Jacoba (lahir tahun 1882) dan dua anak laki-laki, Jacobus Hendricus (lahir tahun 1883) dan Govert Jacob (lahir tahun 1889)
Van’t Hoff meninggal pada tanggal 1 Maret 1911 di Steglit dekat Berlin.

Johann Wilhelm Ritter


Johann Wilhelm Ritter, penemu sel baterai kering

Ditulis oleh Wahyudi pada 07-02-2010
Johann-Wilhelm-RitterLahir : 16 Desember 1776 di Samitz bei Haynau, Silesia.
Wafat : 23 Januari 1810 di Munich, Jerman
Johann Wilhelm Ritter menemukan ujung spektrum ultraviolet, membuat sel baterai kering pertama pada tahun 1802 dan baterai penyimpanan pada tahun 1803. Kontribusinya yang sangat penting adalah elektrokimia yang dikembangkan pada tahun 1798. Ritter adalah orang pertama yang membuat hubungan yang jelas antara galvanisme dan reaktivitas kimia. Ia adalah penemu tekhnik elektroplating yang terkenal. Sebagai tambahan, ia juga menjadi terkenal karena menjadi pionir dalam elektrokimia.
Johann Wilhelm Ritter dilahirkan di Samitz, Silesia (kemudian Jerman, sekarang Chojnow, Polandia) pada tanggal 16 Desember 1776. Ia memulai karirnya sebagai ahli farmasi di Liegnitz, Silesia, di mana ia bekerja dari tahun 1791 hingga 1795. Bekerja magang sebagai apoteker di Liegnitz di usia 14 tahun, Ritter mengembangkan ketertarikan dalam bidang kimia melebihi bidang ilmiah lainnya. Ketika mewarisi sejumlah uang lima tahun kemudian, ia mampu meninggalkan pekerjaannya dan mendaftar di Universitas Jenna. Pada tahun 1796, iapergi ke Universitas Jenna untuk mengejar ketertarikannya dalam bidang ilmiah. Di ana ia mempelajari kedokteran, menetap sebagai pengajar setelah lulus, hingga mendapat gelar Duke Saxe-Gotha pada tahun 1802. Ketika menjadi profesor di Universitas Jena (1803-1804) ia adalah seorang ahlil sains yang agresif. Ia terlibat dengan filosofi kimia karena kebanggaan Jerman. Ia sangat mendukung teori flogiston yang dicetuskn Becher dan Stahl (juga didukung oleh Priestley dari Inggris) yang membawanya ke dalam perdebatan filosofi Lavoisier yang mengurangi ilmu kimia ke dalam sesuatu yang bisa diukur.
Ritter mengabdikan seluruh usahanya untuk mempelajari listrik dan elektrokimia. Pada tahun 1800, hanya dalam hitungan bulan setelah ahli kimia Inggris William Nicholson berhasil dalam menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen dengan elektrolisis, Ritter mengulangi percobaan tapi mengubah elektroda sehingga ia bisa mengumpulkan dua gas secara terpisah, sehingga memperbaiki percobaan Carlisle dan Nicholson. Pertanyaan yang membingungkan antara para ahli pada saat itu adalah bagaimana rangkaian kesatuan ini bisa diukur dapat membuat rangkaian lain yang bisa diukur dengan pergerakan yang mudah antara rangkaian. Yakni, bagaimana oksigen dan hidrogen bergerak melewati air dan tampak di elektroda yang lain? Ritter menjawab pertanyaan membingungkan ini dengan menyatakan bahwa air diubah menjadi hidrogen pada elektroda negatif, sedangkan air menjadi oksigen pada elektroda positif dengan adanya listrik. Alasannya yang lebih jauh adalah karena air tidak terurai dengan listrik, tapi tergalvanisasi menjadi hidrogen dan oksigen yang merupakan senyawa penyusun air, dan listrik positif dan negatif. Para ahli sejarah telah mencoba untuk menetapkan tanpa adanya keberhasilan mengapa Ritter membuat pernyataan sederhana ini yang melibatkan air dan listrik ketika data dari percobaannya sendiri tidak pernah dibenarkan oleh mereka. Pernyataan ini juga dibuat ketika kolega ilmiahnya melawan ide tersebut yang telah ia kembangkan.
Tak lama setelah itu, ia menemukan proses elektroplating. Pada tahun 1800, Ritter mengamati bahwa ia bisa mendapatkan logam yang menempel di tembaga yang merupakan usaha elektroplating yang pertama. Ia juga mengamati bahwa sejumlah logam terdeposit dan sejumlah oksigen dihasilkan selama proses elektrolisis yang tergantung pada jarak antara elektroda. Ia belajar bahwa semakin dekat jarak antar elektroda, semakin besar efeknya. Konsep dasar elektrolisis dan elektroplating ini ditemukan oleh Ritter dan pada saat yang sama, bahkan pada beberapa hal, jauh lebih awal sebelum percobaan Carlisle dan Nicholson, Cruickanks atau Davy. Pada tahun 1801, ia mengamati arus termoelektrik dan mengantisipasi penemuan termoelektrik oleh Thomas Johann Seebeck.
Dengan dorongan dari Alexander von Hunboldt, ia memulai percobaan galvanisme. Ia telah dipuji untuk listrik yang terkait dengan galvanisme, dan ia mendukungnya dengan data dari percobaannya. Johann Wilhelm Ritter yang mendukung Galvani percaya bahwa fenomena listrik galvanik dapat terjadi pada tubuh hewan adalah dirinya sendiri dan beberapa pionir galvanisme di Jerman. Ketika arus galvanik diperdebatkan dan dipertanyakan sebagai fenomena listrik, Ritter membuktikannya secara eksperimen. Ia belajar bahwa ia menempelkan selempeng emas pada masing-masing ujung dua kawat yang terhubung lapisan Voltaik, daun-daun akan saling tarik menarik ketika saling didekatkan. Ketika daun-daun saling menempel, sirkuit listrik akan tertutup.
Pada tahun 1801, ketika menggunakan rangkaian yang terdiri dari 100 sel, Ritter memperhatikan bahwa otot merespon secara berbeda bila ia mengubah kecepatan amplitude stimulus. Ketika ia meningkatkan arus perlahan-lahan, tidak ada kontraksi yang terjadi, tapi bila ia meningkatkan mplitude stimulus dengan cepat, otot pun berkontraksi. Lantas ia menyimpulkan bahwa amplitudo stimulus harus bertambah dengan cepat untuk mengkontraksikan otot. Metode peningkatan atau engurangan muatan listrik pada saat itu adalah juga untuk menambah atau mengurangi lapisan logam pada rangkaian. Pekerjaan Ritter untuk menyiapkan rangkaian untuk Georg Ohm selanjutnya mengukuhkan hubungan antara arus, kekuatan elektromotor dan hambatan. Dalam satu percobaannya, Ritter melewatkan arus pada rangkaian dengan menggunakan tangannya, dan mengamati perilaku arus tersebut. Ketika arus bertambah dengan cepat dalam amplitudo, tangannya menahan kutub negatif yang sedikit menjadi keras sementara tangan yang lain tidak mengeras. Pengamatan respon fisiologi ni tidak diperhatikan oleh koleganya yang menjaga bahwa arus dari sel galvanik hanya membantu nutrisi. Tidak hanya Pfluger yang mengumumkan pada tahun 1859 bahwa jaringan di bawah kutub negatif baterai galvanik terinduksi meningkatkan eksitabilitas (katelektrotonus), dan jaringan di bawah kutub positif dengan eksitabilitas berkurang (anelektrotonus) adalah pengamatan Ritter pada polaritas galvanik negatif yang telah dijelaskan.
Ritter sangat dikenal atas penemuannya untuk spektrum ultraviolet pada tahun 1801. Saat itu di mana seorang ahli astrofisika Sir Herschel menemukan radiasi yang melebihi range spktrum merah, sinar infra merah. Sangat kuat dipengaruhi oleh pandangan filosofi Romantisisme dan Filosofi alam, ia percaya pada prinsip polaritas di alam dan setelah penemuan Herschel akan radiasi inframerah, ia berhipotesis adanya kemungkinan polaritas dalam spektrum dan berhasil melihat radiasi tak tampak yang melebihi violet. Pada tahun 1801, ia melakukan percobaan dengan perak klorida (AgCl). Senyawa kimia ini terurai dengan cahaya, membebaskan perak yang menghasilkan zat tak berwarna yang berubah menjadi hitam. Reaksi ini adalah dasar fotografi pradigital. Dalam ilmu kimia saat itu, terdapat rumor bahwa cahaya biru lebih efisien dalam menginisisasi perubahan kimia daripada cahaya merah. Ritter mencoba untuk mengukur kecepatan di mana perak klorida terpecah dengan warna yang berbeda. Ia membuktikan bahwa cahaya biru meman lebih efisien daripada cahaya merah. Ia terpesona, bagaimanapun, reaksi yang penuh semangat itu terjadi di daerah sekitar violet di mana tidak terlihat apapun. Radiasi baru ini secara orisinal disebut Sinar Kimia tapi sekarang disebut ultra violet (melebihi violet). Penerimaan penemuan ini dhalangi oleh gaya Ritter yang sulit dipahami dan kecenderungannya untuk mencampurkan spekulasi dengan pengmatan ilmiah. Penemuannya atas radiasi ultraviolet secara independen juga penemuan Wolaston, juga pada tahun 1802. Ritter juga membuat kontribusi pada spektroskopi.
Ritter ditunjuk ke Pengadilan Gotha pada tahun 1801, dan pada tahun 1802 ia meninggalkan Universitas Jena ke Universitas Gotha (sejauh 40 mil). Sambil memberikan kuliah privat, ia melanjutkan penelitiannya dalam galvanisme yang didukung oleh Duke Ernst von Schsen Gotha. Penelitian utamanya selesai dalam elektrokimia dan elektrofisiologi pada tahuntahun 1803 dan 1804 di Gotha. Ia mengajukan teori elektrokimia dan mendemonstrasikan gerakan tarik-menarik dan tolak-menolak muatan listrik. Ia mampu mengisolasi unsur kalium.
Pada tahun 1802, ia mengembangkan baterai sel kering dari usahanya dengan sel elektrolisis. Ia menemukan bahwa kombinasi yang baru ini bekerja seperti rangkaian Volta untuk mengisi wadah Leyden, dan melanjutkan fungsi yang sama dengan baik selama enam tahun. Rangkaian Volta bekerja hanya selama 15 hingga 20 menit sebelum kehabisan tenaga. Ritter lagi-lagi tidak mempublikasikan penelitian pada ranngkaian kering ini karena ia menyatakan bahwa dua bulan penelitiannya mebutuhkan dua tahun penulisan hasilnya.
Ia meneliti rangkaian kering karena rangkaian Volta menguap setelah beberapa hari sebagaimana dilanjutkan untuk menunjukkan aktivitas pada elektroskop. Rangkaian kering tidak membutuhkan banyak kelembaban. Rangkaian keringnya disebut juga rangkaian pengisi muatan, dan terdiri dari satu logam dengan lempengan yang terpisah oleh kesatuan kain flannel atau kertas karton yang cukup lembab dengan cairan yang tidak bereaksi kimia dengan logam, yang melingkar. Ketika ujung rangkaian terhubung dengan kutub rangkaian Volta, rnagkaian ini mengambil muatan dan ketika mengisi muatannya, dapat diganti dengan rangkaian Volta tanpa terhubung dengan sumber energi. Rangkaian pengisi muatan Ritter dapat tetap bermuatan selama lima menit tanpa menimbulkan kilat, setrum, dan menguraikan air. Ia lalu memodifikasi dan memperbaiki rangkaian pengisi muatannya. Pada satu kesempatan, ia mengatur 32 tembaga dan lembar kertas karton dalam tiga rangkaian. Dua dari rangkaian tersebut mengandung 16 lempeng tembaga dengan rangkaian antara terdiri dari 32 lembar kertas karton. Ia pun membangun rangkaian pengisi muatan sehingga lempengan bisa diubah, menggunakan 31 lempeng tembaga dan sesekali ia menggunakan 64 hingga 128 lempeng tembaga dengan kertas karton yang sama. Ia lalu mengunakan rangkaian barunya untuk mengamati penguraian air, dan efek fisiologisnya, setrumnya dan tegangan listriknya.Hasil percobaan dan rangkaian pengisian muatan yang dimodifikasi dipublikasikan. Rangkaian tersebut dikenal sebagai rangkaian Ritter setelah ia wafat. Rngkaian terbesarnya terdiri dari 2000 lempeng. Penemuan ulang rangkaian kering yang berhasil oleh yang lain menghasilkan sebuah sel yang berfungsi seperti halnya rangkaian Ritter.
Pada tahun 1805, Ritter pindah ke Munich untuk mengambil jabatan di Akademi Sains Jerman, dan publikasinya mengenai listrik, sebagian di atas pada tahun 1796, memenangkan beasiswa di Akademi Sains Munich pada tahun yang sama. Di Munich ia terlibat dengan percobaan dengan pembagian batang dan pendulum, yang ia lawan, memiliki listrik dari polaritas listrik tersembunyi . Ritter mengklaim bahwa ia telah menemukan bentuk lain dari polaritas listrik bumi yang disebabkan oleh adanya polaritas magnet. Ia menjaga efek penemuan terbarunya dapat didemonstrasikan dengan menahan jarum emas dengan posisi tertentu.
Paper ilmiahnya dipublikasikan selama penelitiannya di Universitas Liegnitz, dan Jena dan Akademi Sains Jerman di Munich. Pada tahun 1798, ia mempublikasikan Beweiss, Dass Ein Bestandiger Galvanismus den Lebensprozess im Tierreich Begleitet. Ia mempublikasikan Beitrage zur Naheren Kenntnis des Galvanismus, Das Electrische Septem des Korpers pada tahun 1805, dan Physikalisch-Chemische…, sebanyak 3 volumes, pada tahun 1806. Di usia 20 tahun, ia bekerja sebagai peninjau publikasi Alexander von Humboldt, dan di usia 23 tahun ia mempublikasikan bukunya sendiri tentang galvanisme, dan ia mendukung Goethe dalam mendirikan laboratorium sains.
Oersted berusaha mengulangi percobaan Ritter, tapi tidak pernah berhasil. Penelitian Ritter di akhir tahun 1805 dipertanyakan oleh para ahli kimia, dan selama bagian terakhir dari hidupnya, ia meraih reputasi yang tidak dapat diandalkan. Usahanya untuk memasuki sains gaib mempengaruhi pekerjaannya yang terakhir, dan percobaan semacam itu telah menghancurkan reputasi ilmiah Ritter sebagai ahli sains yang kompetitif. Karena percobaan-percobaan ini dan klaim yang belum pernah dibuktikan, maka para ahli sejarah pun telah mengabaikan penelitian Ritter antara tahun 1806 dan 1810. Meski kritik terus menghunjam, ia tetap melanjutkan eksperimennya, tetapi karir ilmiahnya telah berakhir. Bahkan ketika di puncak karir, penelitian ilmiah Ritter tidak jelas karena kesulitan yang ditemui oleh para ahli sains lannya dalam membaca dan menginterpretasikan penemuannya. Percobaannya dianggap tidak praktis dan ditulis dengan gaya yang diputarbalik yang membuat pembacaan dan pemahaman sulit untuk beberapa kasus.
Penyakit dan masalah keuangan mulai datang dalam hidupnya. Kematiannya yang cepat di Munich pada tanggal 23 Januari 1810, di usia 34 tahun disebabkan oleh kerja terus menerus, kesedihan dan kesulitan hidup.

Ernest Rutherford


Ernest Rutherford, Pemenang Hadiah Nobel Kimia 1908

Ditulis oleh Wahyudi pada 14-02-2010
Ernest-RutherfordErnest Rutherford dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1871 di Nelson, Selandia Baru, anak keempat dan anak laki-laki kedua dalm keluarga yang berisi tujuh anak laki-laki dan lima anak perempuan. Ayahnya James Rutherford, seorang tukang roda Skotlandia, beremigrasi ke Selandia Baru dengan kakek Ernest dan seluruh keluarganya pada tahun 1842. Ibunya, nѐe Martha Thompson, adalah seorang guru Bahasa Inggris, yang dengan ibunya yang sudah janda, juga menetap di Selandia Baru pada tahun 1855.
Ernest menerima pendidikan dasarnya di Sekolah Pemerintah dan pada usia 16 tahun masuk ke Perguruan Tinggi Nelson. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa Universitas dan ia melanjutkan ke Universitas Selandia Baru, Wellington, di mana ia mandaftar di Kampus Canterbury. Ia lulus M.A (Master of Arts)pada tahun 1893 dari dua jurusan untuk pertama kalinya, yakni Matematika dan Sains Fisika dan ia melanjutkan dengan penelitian di Kampus untuk waktu yang singkat, menerima gelar B.Sc. pada tahun berikutnya. Pada tahun yang sama, 1894, ia mendapat beasiswa Pameran Sains tahun 1851, yang memungkinkannya untuk melanjutkan ke Kampus Trinity, Cambridge, sebagai mahasiswa peneliti di Laboratorium Cavendish di bawah bimbingan J.J. Thomson.
Pada tahun 1897, ia mendapat gelar penelitian B.A. dan Beasiswa Coutts-Trotter dari kampus Trinity. Sebuah kesempatan datang ketika posisi Ketua Departemen Fisika Macdonald di Universitas McGill, Montreal , menjadi kosong. Pada tahun 1898, Ernest pun pergi ke Kanada untuk mengambil jabatan. Rutherford kembali ke Inggris pada tahun 1907 untuk menjadi Profsor Fisika Langworthy di Universitas Manchester, menggantikan Sir Arthur Schuster, dan pada tahun 1919 ia menerima sebuah undangan untuk menggantikan Sir Joseph Thomson sebagai Profesor Fisik Cavendish di Cambridge. Ia juga menjadi Ketua Dewan Penasehat Pemerintah di Departemen Penelitian Imiah dan Industri; Profesor Filosofi Alam di Institusi Kerajaan, London; dan juga Direktur Laboratorium Mond Royal Society, di Cambridge.
Penelitian pertama Rutherford dilakukan di Selandia Baru, yakni mengenai sifat magnet besi yang terpapar dengan osilasi berfrekuensi tinggi, dan tesisnya berjudul Magnetization of Iron by High-Frequency Discharges (Magnetisasi Besi dengan Pelepasan Muatan Berfrekuensi Tinggi). Ia adalah orang pertama yang mendesain percobaan yang sangat orisinil denganarus bolakballik berfrekuensi tinggi. Paper keduanya yang berjudul Magnetic Viscosity (Viskositas Magnet) dipublikasikan di Transaction Institut Selandia Baru (1896) dan mengandung gambaran peralatan yang mampu mengukur interval waktu dengan ketelitian satu per seratus ribu dalam satu detik. Kedatangannya di Cambridge membuatnya bakatnya dikenali oleh Profesor Thomson.
Ketika teori pertamanya dicetuskan di Laboratorium Cavendish, ia menemukan detektor untuk gelombang elektromagnet , sebuah kemampuan dari seorang yang berbakat, yang sangat penting berasal dari gulungan magnet yang mengandung gulungan kecil kawat besi termagnetisasi. Ia bekerja sama dengan Thomson dalam meneliti perilaku ion dalam gas yang telah diberi sinar X, dan pada tahun 1897, meneliti mobilitas ion yang terkait dengan kekuatan medan magnet, dan pada topik terkait seperti efek fotoelektrik.
Pada tahun 1898 ia melaporkan keberadaan sinar alfa dan beta dalam radiasi uranium dan menunjukkan beberapa sifat-sifatnya. Di Montreal, terdapat beberapa kesempatan penelitian di Universitas McGill, dan penelitiannya mengenai isi radioaktif, khususnya pada emisi sinar alfa, dilanjutkan di Laboratorium Macdonald. Dengan R.B. Owens, ia mempelajari emanasi (pengeluaran) thorium dan menemukan gas mulia baru, sebuah isotop radon, yang kemudian dikenal sebagai thoron.
Frederick Soddy tiba di McGill pada tahun 1900 dari Universitas Oxford dan ia berkolaborasi dengan Rutherford dalam membuat teori disintegrasi radioaktivitas yang menunjukkan fenomena radioaktif sebagai proses yang terjadi di atom bukan molekul. Teori ini didukung dengan sejumlah besar hasil eksperimen, sejumlah bahan radioaktif yang baru pun ditemukan dan posisinya dalam rantai transformasi pun diperbaiki. Otto Hahn, yang selanjutnya menemukan reaksi fisi atom, bekerja sebagai bawahan Rutherford di Laboratorium Montreal apda tahun 1905-1906.
Di Manchester, Rutherford melanjutkan penelitiannya tentang sifat-sifat emanasi radium dn sinar alfa, dalam hubungannya dengan H. Geiger, sebuah metode pendeteksian partikel alfa tunggal dan perhitungan jumlah pemancaran dari radium pun ditemukan. Pada tahun 1910, penelitiannya ke arah penghamburan sinar alfa dan sifat alamiah struktur dalam atom yang menyebabkan penghamburan tersebut mengarah kepada postulasi konsepnya akan nukleus (inti atom), kontribusi terbesarnya pada bidang fisika. Menurutnya, secara praktis, keseluruhan massa atom dan pada waktu yang sama semua muatan positif di atom terkonsentrasi pada daerah pusat tertentu.
Pada tahun 1912, Niehls Bohr bergabung dengannya di Manchester dan ia mengambil struktur nuklir Rutherford hingga teori kuantum Max Planck, sehingga didapatkan teori struktur atom yang dengan perbaikan di kemudian hari, terutama adalah sebagai hasil pengembangan konsep Hesenberg, dan masih valid hingga saat ini. Pada tahun 1913, bersama dengan H.G. Moseley, ia menggunakan sinar katoda untuk menembak atom dari berbagai unsur dan menunjukkan struktur dalam sesuai dengan barisan grup yang menjadi karakteristik unsur. Setiap unsur dapat ditandai dengan nomor atom dan , lebih penting lagi, sifat-sifat tiap unsur dapat ditentukan dengan nomor ini.
Pada tahun 1919, selama tahun terakhirnya di Manchester, ia menemukan inti unsur sinar tertentu, seperti nitrogen, dapat terdisintegrasi sebagai dampak dari tumbukn partikel alfa yang berkekuatan, yang berasal dari sumber radioaktif, dan selama proses ini, proton dengan kecepatan tinggi dipancarkan. Blackett mebuktikan di kemudian hari, dengan ruang berawan (cloud chamber), bahwa nitrgen dalam proses ini sebenarnya ditransformasi menjadi isotop oksigen, sehingga Rutherford adalah yang pertama dengan sengaja mentransmutasi unsur dari yang satu ke yang lainnya. G. de Hevesy juga satu dari rekanan Rutherford di Manchester.
Sebagai seorang kepala Laboratorium Cavendish, ia mengemudikan sejumlah penerima Hadiah Nobel di masa depan karena prestasinya yang luar biasa seperti: Chadwick, Blackett, Cockroft dan Walton; sedangkan penerima Nobel yang bekerja dengannya di Cavendish untuk waktu yang singkat maupun yang lama adalah: G.P. Thomson, Appleton, Powell, dan Aston. C.D. Allis, pendamping pembimbingnya pada tahun 1919 dan 1930 menggarisbawahi “bahwa kebanyakan percobaan di Cavendish dimulai oleh arahan Rutherford atau dengan sarannya secara tidak langsung”.
Ia masih aktif dan bekerja hingga akhir hidupnya. Rutherford mempublikasikan beberapa buku: Radioactivity (Radioaktivitas) pada tahun 1904; Radioactive Transformations (Transformasi Radioaktif) pada tahun 1906, Menjadi Pengajar Silliman di Universitas Yale; Radiation from Radioactive Substances (Radiasi dari Bahan Radioaktif), dengan James Chadwick and C.D. Ellis (1919, 1930) –sebuah buku dokumenter menyeluruh yang menyajikan tabel khronologis semua paper penelitiannya hingga himpunan terpelajar dan lain-lain; The Electrical Structure of Matter (Struktur Elektrik Bahan) pada tahun 1926; The Artificial Transmutation of the Elements (Unsur Transmutasi Buatan) pada tahun 1933; The Newer Alchemy (Alkimia terbaru) pada tahun 1937. Rutherford diangkat sebagai warga terhormat pada tahun 1914, ia ditunjuk sebagai penerima Medali jasa pada tahun 1925, dan pada tahun 1931ia diberi gelar Baron Rutherford Nelson I, Selandia Baru dan Cambridge. Ia dipilih sebagai Penerima Beasiswa Royal Society pada tahun 1903 dan menjadi Kepala organisasi tersebut dari tahun 1925 hingga 1930.
Di antara penghargaannya yang begitu banyak, ia mendapat Medali Rumford pada tahun 1905 dan Medali Copley pada tahun 1922 oleh Royal Society, Hadiah Bressa pada tahun 1910 dari Akademi Sains Turin, Medali Albert pada tahun 1928 dari Himpunan Seni Kerajaan, Medali Faraday pada tahun 1930 dari Institusi Insinyur Listrik, gelar D.Sc. dari Universitas Selandia Baru, dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Pennsylvania, Wisconsin, McGill, Birmingham, Edinburgh, Melbourne, Yale, Glasgow, Giessen, Copenhagen, Cambridge, Dublin, Durham, Oxford, Liverpool, Toronto, Bristol, Cape Town, London dan Leeds.
Rutherford menikah dengan mary Newton, putri satu-satunya dari Arthur dan Mary de Renzy Newton pada tahun 1900. Satu-satunya anak mereka, Eileen, menikah dengan ahli fisika R.H. Fowler. Hiburan utama Rutherford adalah golf dan bertamasya mengendarai mobil.
Ia wafat di Cambridge pada tanggal 19 Oktober pada tahun 1937. Debunya dikubur di bagian tengah ruang gereja Westminster Abbey, sebelah barat pusara Sir Isaac Newton dan Lord Kelvin.