.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 26 Juni 2012

William Hyde Wollaston


William Hyde Wollaston, ahli sains Inggris


Ditulis oleh Wahyudi pada 21-03-2010
William-Hyde-WollastonLahir : 6 Agustus 1766, di Derehan Timur, Norfolk, Inggris
Wafat : 22 Desember 1828, di London Inggris.
William Hyde Wollaston adalah seorang ahli sains Inggris (ahli kimia, fisika dan fisiologi) yang memberikan kontribusi pada masing-masing bidang. Pada tahun 1813 ia mendesain ulang dan memperbaiki rangkaian Volta. Dengan menggabungkan sel baterainya, ia mampu membuat baterai yang sangat besar. Ia menemukan unsur palladium da rhodium dan melaporkan pertma kali garis gelap pada spektrum matahari. Pertimbangannya atas penyusunan atom secara geometris mengarahkannya kepada kristalografi dan penemuan goniometer yang berguna untuk mengukur sudut sisi muka kristal. I juga membuktikan sifat alamiah niobium dan titanium, mengembangkan metode pembuatan platinum yang bisa ditempa, membuktikan identitas listrik voltaik dan friksi dan menemukan kamera lusida untuk membantu para seniman dan ahli mikroskop.
William Hyde Wollaston dilahirkan pada tanggal 6 Agustus 1766 di Derehan Timur, Norfolk, Inggris dan selama hidupnya menjadi ahli kimia yang terkenal, ahli filsafat alam, dan seorang ahli fisiologi. Ia adalah anak laki-laki dari Vicar Francis dan Althea (Hyde). Ia dididik di Cahrterhouse dan di kampus Caius, Universitas Cambridge (1782-1787). Ia menerima gelr kedokteran pada tahun 1793, dan segera terpiih sebagai anggota Royal Society, dan memulai praktek kedokteran di Huntingdon (London) pada tahun yang sama. Ia jug mendirikan laboratorium pribadi untuk melakukan penelitian di Royal Society pada tahun 1793 dan menjadi rekanan asing dari Akademi Sains Perancis. Antara tahun 1793 dan 1797 ia mempublikasikan beberapa paper dalam sains.
Ia menjadi terkenal dalam fisiologi. Pda tahun 1797, ia menggambarkan komponen calculi air seni. Kemudian ia menyerahkan praktek kedokterannya pada tahun 1800 untuk mengabdikan diri dalam mengejar minat utamanya, penelitian ilmiah. Ia menjadi rekanan Humphry Davy di Royal Institut. Wallaston telah mengalami kebutaan parsial pada saat ini.
Sambil bekerja dengan Davy pada tahun 1809, ia menggambarkan getaran aktvitas otot. Ia mengidentifikasi batu kandung kemih yang disebutnya oksida sistik (selanjutnya dikenal sebagai sistin), asam amino pertama yang dikenali pada tahun 1812 dan pada tahun 1824 ia menyediakan Deskripsi fisiologi terbaik untuk teling saat itu. Ia adalah peneliti yang sangat hati-hati dalam fisiologi.
Pada tahun 1804, Joseph von Fraunhofer yang cukup independen, Wollaston menemukan garis absorpsi spektrum matahari yang masih digunakan untuk menetapkan unsur kimia dengan analisis spektrum hingga hari ini. Ia memperbaiki mikroskop dan pada tahun 1807 mengembangkan kamera lusida, sebuah peralatan optis yang digunakan untuk menggambar garis besar sebuah objek.
Penemuan Wollaston akan logam platina
Wollaston membentuk asosiasi dengan Smithson Tennant untuk melaksanakan percobaan kimia. Platina telah mengelakkan segala usaha ahli kimia untuk memproduksinya.Tennant mencoba mempproduksi platinum tapi berakhir dengan penemuan unsur iridium dan osmium. Usaha Wollaston mengarahkannya pada penemuan logam paladium (1803 dan rodium (1804). Wollaston menamakan logam Paladium dari nama Pallas (Athena), asteroid kedua, yang ditemukan setahun lebih awal. Pallas adalah demi kebijaksanaan Yunani. Logam baru yang kedua, rodium didapatkan dengan menetralkan aqua regia dengan soda kaustik. Ia lalu menemukan proses menempa platina pada tahun 1805 yang memberikannya uang pada tahun 1826, dan tampaknya kompensasi untuknya lebih dari yang didapat dari praktek kedokteran. Kesuksesan metode ini, yang tetap dipegang rahasia hingga sesaat sebelum kematiannya, memberinya kebebasan keuangan untuk sisa hidupnya. Ia menunggu hingga tahun 1828 untuk mempresentasikan paper yang menggambarkan proses penempaan platina ke Royal Society.
Wollaston dikatakan menyerupai mental dan temperamen orang Cavendish. Penampilannya menarik, rapi dan memiliki sopan santun, lancar dalam percakapan. Ia diberkahi dengan bakat tinjauan kadlan sehingga siapapun yang mendebatnya pasti dianggap salah.
Wollaston menjadi Penerima Beasiswa dari Royal Society antara 1797 hingga 1800. Ia menciptakan sumbangan medali Wollaston untuk diberikan oleh Himpunan Geologis, London, untuk penelitian mineralogi yang menclok. Pada tahun 1802, ia menerima medali Copley dari Royal Society. Pada tahun 1806, ia dipilih sebagai Sekretaris Royal Society dan bertahun-tahun berkontribusi pada 39 memoir society dalam pertukaran filosofis. Ia belakangan bekerja sebagai direkturnya (1820-1828) ketika menggantikan Banks sebagai Ketua Royal Society pada tahun 1820. Sir Joseph Banks menjadi ketua Royal Society pada tahun 1778 dan bekerja hingga 1820 ketika ia memilih Wollaston sebagai ketua daripada Michael Faraday yang juga mengincar jabatan tersebut.
Kemudian pada tahun 180, Wollaston berksperimen dengan senyawa karbonat, sulfat, dan oksalat untuk menunjukkan bagaimana senyawa tersebut sangat sesuai dengan hukum perbandingan perkalian. Pada paper yangditerbitkan tahun 1812, ia menyebutkan partikel sferik yang mengandung titik matematis yang dikelilngi kekuatan tarik menarik dan tolak menolak dapat menjelaskan struktur kristal yang telah dipelajarinya. Belakangan, Faraday menerima penjelasan Wollaston (teori titik pusat kekuatan yang tidak dapat diperluas) daripada teori atom Dalton.
Wollaston mendesain aturan logaritmik untuk mengekspresikan perbandingan gabungan senyawa kimia secara umum. Aturan ini digunakan dalam ilmu kimia selama lebih dari 20 tahun. Jumlah dan variasi penelitinnya membuat Wollaston sebagai seorang ahli kimia yang paling berpengaruh pada masanya. Dari 56 paper kimia, mineralogi, kristalografi, fisika, astronomi, botani, fisiologi dan patologi, banyak mewakili perkembangan ilmiah yang layak dicatat.
Wollaston wafat pada tanggal 22 Desember 1828 di London.
Mineral Wollastonit dinamakan untuk menghormati Wollaston. Wollastonit adalah mineral umum dalam batuan metamorf kontak (skarns). Skarns kadang-kadang dapat menghasilkan sejumlah mineral yang jarang dan eksotik dengan komposisi yang tidak lazim. Bagaimanapun, wolastonit tidak memiliki unsur yang istimewa dalam struktur kimianya dan tergolong umum dan tidak dianggap eksotik di antara para kolektor. Wollastonit terbentuk dari interaksi batu gamping yang mengandung kalsit CaCO3, dengan silika SiO2 dalam magma panas. Hal ini terjadi ketika magma panas mengintrusi ke sekitar batu gamping atau pecahan batu gamping ke dalam saluran magma di bawah gunung api.
Mineral terbentuk dengan reaksi berikut:
CaCO3 + SiO2 ———> CaSiO3 + CO2

Leopold Ruzicka


Leopold Ruzicka, Pemenang hadiah Nobel Kimia tahun 1939


Ditulis oleh Wahyudi pada 28-03-2010
Leopold RuzickaLeopold Stephen Ruzicka dilahirkan pada tanggal 13 September 1887 di Vukovar, sebuah kota kecil kecil Kroasia di Danube, sebelah timur antara pertemuan dengan Drava. Ayahnya Stjepan Ruzicka, adalah seorang pembuat kandang ayam; nama gadis ibunya adalah Ljubica Sever. Kakeknya termasuk orang Cekoslowakia, yang merupakan asal nama Ruzicka, seorang Austria dan istrinya dari Wurtemberg, sedangkan lima orang lainnya adalah orang Kroasia. Nenek moyangnya adalah seorang seniman atau petani, yang telah menikmati hanya beberapa tahun sekolah. Setelah kematian ayahnya yang begitu cepat pada tahun 1891, ia kembali dengan ibunya ke tempat kelahiran, Osijek, di Drava, sebelah barat penyebrangan dengan Danube. Di sana ia mengikuti sekolah negeri dan sekolah grammar klasik di mana bahasa Kroasia digunakan. Ia adalah murid yang baik dalam beberapa hal, tapi hanya tertarik pada fisika dan matematika. Mata pelajaran lainnya, termasuk sains deskriptif, sangat tidak disukainya. Tidak ada ilmu kimia dalam kurikulum tetapi, ia tetap memutuskan untuk mempelajari ilmu kimia di luar ketertaarikannya pada komposisi produk alam.
Ia ingin melanjutkan ke Institut Politekhnik Zurich tetapi ia khawatir bahwa ujian masuk yang diperlukan tidak hanya ilmu kimia tetapi juga geometri deskriptif. Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk pergi kuliah ke Jerman, di mana setiap orang yang menyelesaikan pendidikan sekunder lengkap dapat diterima sebagai mahasiswa di Universitas atau Institut Tekhnik tanpa harus melewati ujian masuk tambahan. Ia memilih Technische Hochschule di Karlsruhe, di mana ia memulai studi kimia pada tahun 1906. Hal ini sangat berpengaruh pada masa depannya. Belakangan, ia menemukan bahwa kurikulum di Zurich, termasuk kerja praktik, diatur dengan peraturan yang sangat kaku; di tahun 1906, ketika kehadiran kuliah harus dicek. Di Karlsruhe, di sisi lain, terdapat kebebasan. Ia menyelesaikan kursus laboratoriumnya dalam 1 ¾ tahun dan kemudian segera memulai penelitian doktoralnya pada senyawa ketena dengan Profesor Staudinger, yang saat itu berusia 27 tahun, hanya lebih tua 6 ½ tahun. Ada beberapa birokrasi resmi , ia tidak menghadiri kuliah tekhnologi kimia, sayangnya juga kimia fisika dan fisika.
Setelah dua tahun kerja penelitian Ruzicka adalah Dipl.Ing. dan dua minggu berikutnya menjadi Dr.Ing. Satudinger menunjuknya sebagai asistennya, dan mereka bersama memasuki bidang yang belum dieksplorasi pada penyusun aktif senyawa- yang mereka beri nama pirethrin- bubuk serangga Dalmatian, sebuah produk tanaman, beracun untuk serangga dan binatang berdarah dingin lainnya. Mereka pun membuka bab baru tentang kimia alisiklis, yang kemudiantidak dikenal terkait dengan Ruzicka, sebagaimana terkait dengan Staudinger.
Pada bulan Oktober 1912, ia mengikuti Staudinger untuk menjadi pengganti Wilstätter di Eidgenössische Technische Hochschule (ETH, Institut Tekhnologi Swiss) di Zurich. Di Swiss, ia menemukan tidak hanya sebuah kampung halaman tapi juga kedamaian dan lingkungan ramah tamah yang membawanya dengan segala kondisi untuk penelitian yang bebas gangguan.
Pada tahun 1917, ia menjadi warge negara Swiss.
Pada tahun sebelumnya, ia telah memulai pekerjaan independen dan keputusan ini mengawali sebuah dekade yang bahagia dalam hidupnya, ketika ia bisa bekerja di laboratorium dari pagi hingga malam, dengan tema penelitian yang ditentukannya sendiri, tanpa harus mengajar, kecuali satu jam perminggu sejak tahun 1918. Selama tahun 1920-1924 ia meletakkan dasar-dasar semua penelitian yang akan dilakukannya.
Untuk penyelesaian kerjanya (sangat penting menjadi Privatdozent) pada tahun 1916-1917 ia merasa senang untuk mendukung pembuat parfum tertua di dunia, Haarmn & Reimer, Holzminden di Jerman. Titik awal untuk kerjasama mereka adalah formula Tiemann untuk lebh jantan; hasilnya adalah sintesis total senywa fenchone dan perpanjangan dan interpretasi penyusunan ulang Wagner Iistilah ini diperkenalkan olehnya). Setelah pekerjaannya pada tahun 1918 di Ciba, Basle ikut tertarik dengan penelitiannya tentang preparasi senyawa seperti kuinin. Dengan asisten yang beragam, pembuatan pertama β-collidine dan linalool, sintesis sebagian senyawa pinena, dan serangkaian penyelidikan bidang monoterpena telah dilakukan.
Pada tahun 1921, pembuat parfum Jenewa, Chuit, Naef & Firmenich, memintanya untuk berkolaborasi dengan mereka. Pada saat ini, penyelidikan yang mengarah pada elusidasi formula penyusun terpena tingkat tinggi telah dimulai. Dalam bidang parfum dan sesquiterpena, sintesis total nerolidol dan farnesol dilaksanakan menyeluruh. Struktur jasmone pun ditetapkan, formula irone Tiemann dikoreksi, dan dilakukan kerja sintesis untuk senyawa ini. Tapi sejauh itu, buah-buahan yangpaling penting dalam taman parfum adalah elusidasi struktur parfum musk yang terjadi secara alamiah yakni civetone dan muscone. Mengikuti penemuan-penemuan ini, Ruzicka dan koleganya mampu menyiapkan serangkaian keton alisiklis dengan 9 hingga 30 atom karbon lebih sebagai anggota cincin, senyawa yang sebelumnya diragukan keberadaannya.
Sepanjang tahun 1925-1926, kebanyakan ia habiskan dengan teman-temannya di Jenewa. Dari Oktober 1926 hingga 1929 ia adalah Profesor Kimia Organik di Universitas Utrecht. Meski ia bahagia di Belanda, ia memutuskan untuk menerima undangan ETH untuk kembali ke Zurich. Alasan utama keputusan ini adalah kekuatan industri kimia organik Swiss, khususnya cabang farmasi dan parfum, yang membutuhkan kemampuan dan energi seluruh ahli kimia dengan pelatihan yang menyeluruh dalam kimia organik modern. Keadaan ini bukan hanya tantangan untuk kemampuan mengajar dan penelitian bagi para profesor, tapi juga mendorong para mahasiswa untuk memenuhi pemahaman yang diperlukan atas teori dan metode yang melengkpi mereka dalam berkarir di industri tersebut. Komunitas profesor lipat tiga, mahasiswa dan industri menjadi terikat bersama dengan ikatan minat yang sama.
Pada tahun 1930, Ciba memperbaharui hubungan dengan laboratoriumnya. Asosiasi ini mengarah selama beberapa tahun secara ilmiah seperti keberhasilan penting industri dalam bidang pembuatan hormon seks pria. Dari tahun 1937, Yayasan Rockefeller dengan dermawan memberikan dukungan keuangan untuk penelitian senyawa alam, khususnya triterpena dan steroid, bebas tanpa persyaratan apapun. Dengan dua industri, terbentuklah grup pendukung kuat untuk tim penelitiannya yang tumbuh cepat saat itu.
Profesor Ruzicka menerima delapan gelar doktorat kehormatan (4 di bidang sains, 2 di bidang kedokteran, 1 di bidang Ilmu alam, 1 di bidang hukum), 7 hadiah dan medali, 24 keanggotaan kehormatan organisasi ilmiah kimia, biokimia dan lainnya, 18 keanggotaan kehormatan asing dari berbagai akademi ilmiah luar negeri. Kenalannya begitu luas, tidak hanya secara geografis tapi juga secara spiritual. Termasuk kota Vatikan seperti halnya Moskow. Ia merasa bahwa kehormatan yang ia dapatkan harus disebarkan ke seluruh anggota tim, dan untuk itu, sekedar contoh, pujian Doktor Diploma Kehormatan Harvard tahun 1936 (perayaan usia tiga ratus tahun universitas tertua Amerika Serikat) harus dibaca lebih realistis dalam bentuk jamak “… kepada tim ahli kimia, yang menantang serangan brilian mereka dalam metode, berhasil dalam interpretasi arsitektur senyawa alam yang mengagumkan”, karena setiap anggota tim telah membantu mentransformasi mimpi anak muda hingga anggota tertuanya menjadi kenyataan.
Ruzicka menikah denganAnna hausman pada tahun 1912, dan Gertrud Acklin pada tahun 1951. Ia tidak memiliki anak, dan hidup di Zurich. Hobinya adalah berkebun tanaman pegunungan Alpen dan lukisan kuno Belanda dan Skotlandia .
Leopold Ruzicka meninggal pada tanggal 26 September 1976

James B. Sumner


James B. Sumner, Penerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1946


Ditulis oleh Wahyudi pada 02-04-2010
James B. SumnerJames Batcheller Sumner dilahirkan di Canton, Massachusettes, pada tanggal 19 November 1887, sebagai anak laki-laki dari pasangan Charles Sumner dan Elizabeth Rand Kelly. Nenek moyangnya adalah orang yang memegang teguh pada tata susila yang datang dari Bicester, Inggris pada tahun 1696 dan menetap di Boston. Ayahnya memiliki daerah pedesaan yang luas, sedangkan kakeknya memiliki pertanian dan pabrik katun. Young Sumner mengikuti pendidikan di Eliot Grammar School selama beberapa tahun dan kemudian dikirim ke sekolah Roxbury Latin. Di sekolah ia merasa bosan dengan semua mata pelajaran kecuali fisika dan kimia. Ketertarikannya pada senjata api dan sering pergi berburu. Ketika sedang berburu sejenis burung belibis di usia 17 tahun, secara tidak sengaja lengan kirinya tertembak oleh temannya sendiri; akibatnya, tangan kirinya harus diamputasi tepat di bawah sikutnya. Setelah hanya memiliki satu tangan, lantas ia pun harus belajar untuk melakukan segala hal dengan tangan kanannya. Kehilangan tangannya membuatnya mengerahkan segala kemampuan hingga melampaui batas dalam olahraga athletik, seperti tennis, ski, skate, biliar.
Pada tahun 1906, Sumner mendaftar ke kampus Harvard; ia lulus pada tanggal 1910, terfokus di bidang ilmu kimia. Stelah melewati masa kerja yang singkat di pabrik merajut katun yang dimiliki pamannya, tipe pekerjaan yang tidak membuatnya tertarik, ia pun menerima jabatab mengajar di Kampus Mc. Allison, Sackville, New Brunswick. Hal ini diikuti dengan beasiswa yang didapatkan sebagai asisten dalam ilmu kimia di Institut Politekhnik Worcester, Massachusettes, pada tahun 1911, yang kemudian ia berhenti bekrja pada tahun 1912 untuk mempelajari biokimia dengan Profesor Otto Folin di Sekolah Kedokteran Harvard. Meski Folin menyarankannya untuk mengambil jurusan Hukum, karena ia berpikir bahwa laki-laki bertangan satu tidak akan sukses di bidang ilmu kimia, Sumner pun tetap bersikeras dan mendapatkan gelar Ph.D. pada bulan Juni 1914. Beberapa bulan berikutnya dalam perjalanannya di Eropa, ia terdampar di Swiss selama sebulan ketika pecah Perang Dunia I. Selama periode ini, ia menerima undangan untuk menjadi Asisten Profesor Biokimia di Sekolah Kedokteran Cornell, Ithaca, New York, sebuah jabatan yang dipegang hingga tahun 1929, ketika ia berhasil menjadi Profesor Biokimia penuh.
Penelitian Sumner di Cornell bermula mengenai metode analisis; meski kerja kerasnya ia tak pernah mendapatkan hasil apapun yang menarik. Ia kemudian memutuskan untuk mengisolasi enzim dalam bentuk murni, sebuah tujuan embisius yang belum pernah dicapai oleh siapapun saat itu, tapi merupakan tipe penelitian yang cocok dengan peralatannya dan staf laboratorium yang sangat sedikit. Khususnya, ia bekerja dengan urease.
Selama beberapa tahun penelitiannya tidak berhasil, tapi meski koleganya telah kehilangan semangat yang meragukan apakah ada enzim yang bisa diisolasi dalam keadaan murni, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Pada tahun 1921, ketika penelitiannya masih dalam tahap awal, ia telah mendapat jaminan biaya penelitian dari Yayasan Amerika-Belgia dan memutuskan untuk pergi ke Brussel untuk bekerja dengan Jean Effront, yang telah menulis beberapa buku mengenai enzim. Bagaimanapun, rencana itu gagal karena Effront menganggap bahwa ide Sumner untuk mengisolasi urease sangat konyol. Kembali ke Ithaca, akhirnya ia meringkas penelitiannya, pada tahun 1926, ia berhasil (“Saya pergi menelpon dan berkata kepada istri saya bahwa saya telah mengkristalkan enzim pertama”, tulisnya dalam catatan autobiografi). Isolasi dan kristalisasi urease yang dilakukannya mendapat beragam respon; bahkan hampir diabaikan oleh kebanyakan ahli biokimia, tapi hal itu membuatnya mendapat beasiswa profesor penuh pada tahun 1929.
Secara bertahap, mulai banyak orang yang mengenalinya. Pada tahun 1937, ia diberikan Beasiswa Guggenheim; ia pergi ke Uppsala dan bekerja di laboratorium Profesor The Svedberg selama lima bulan. Ia mendapat penghargaan medali Scheele di Stockholm pada tahun yang sama. Ketika Northrop, dari Institut Rockefeller, mendapatkan pepsin kristal, dan juga enzim-enzim yang lain, segalanya mulai jelas bahwa Sumner telah merencanakan metode kristalisasi umum untuk enzim. Pihak-pihak yang awalnya menolak, mulai mengakui klaim Sumner dan Northrop- dan Willstätter adalah yang paling terakhir mengakui-dan puncak pengakuan datang pada tahun 1946, ketika hadiah Nobel diberikan kepada Sumner dan Northrop. Pada tahun 1948, Sumner terpilih untuk Akademi Sains Nasional (Amerika Serikat).
Sumner menikah tiga kali; Pada tahun 1915, ia menikah dengan Bertha louise Ricketts yang kemudian ia ceraikan. Mereka memiliki enam anak, datu di antaranya meninggal ketika masih kecil. Pada tahun 1931 ia menikahi Agnes Paulina Lundkvist, dan akhirnya pada tahun 1943 dengan Mary Morrison Baeyer. Ia meninggal karena kanker pada tanggal 12 Agustus 1955.

Richard Zsigmondy


Richard Zsigmondy, Pemenang Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1925

Ditulis oleh Wahyudi pada 04-04-2010
Richard ZsigmondyRichard Adolf Zsigmondy dilahirkan di Vienna pada tanggal 1 April 1865. Ayahnya, dokter Adolf Zsigmondy, telah melakukan banyak hal dalam mempromosikan dunia kedokteran gigi di Austria, telah menemukan beberapa instrumen dan peralatan bedah , dan telah mempublikasikan beberapa penelitian medis dan ilmiah. Ia mendorong minat keempat anaknya dalam ilmu sains alam. Ia wafat ketika Zsigmondy masih berusia 15 tahun. Ibu Zsigmondy, Irma von Szakmary, memberi semangat anak-anaknya untuk menjalani kehidupan alam, untuk tertarik pada seni dan mengikuti kecenderungan mereka. Zsigmondy dan kakaknya menghabiskan banyak waktu dalam memanjat, naik gunung, berenang dan menyelam.
Ketertarikan Zsigmondy dalam ilmu kimia dan fisika dibangun di usia dini; ia mempelajari buku teks Stoeckhardt yang berjudul Schule der Chemie dan melakukan banyak eksperimen yng disebutkan di sini dalam laboratorium kecil di rumahnya. Ia juga banyak terpengaruh oleh buku teks ilmu kimia yang ditulis oleh Berzelius dan Roscoe-Schorlemmer.
Di bawah bimbingan Profesor E. Ludwig di fakultas medis di Vienna, ia mempelajari fakta dasar tentang analisis kuantitatif. Ia lalu melanjutkan ke Technische Hochshule di Vienna dan pada tahun 1887, pergi ke Munich untuk membaca kimia organik di bawah bimbingan Profesor W. Von Miller. Setelah mendapatkan gelar doktornya, ia menetap sebagai asisten Profesor von Miller dan selanjutnya menerima posisi yang sama sebagai asisten ahli fisika Profesor Kundt di berlin. Pada tahun 1893, ia memenuhi persyaratan sebagai pengajar di technische Hochshule di Graz dan juga menerima jabatan pengajar di sana. Penelitiannya tentang warna lustre untuk kaca dan guci mempengaruhinya untuk mempelajari lebih lanjut dengan kimia koloid, dan mengarah pada perjanjian denganpenelitian kaca Schott und Genossen di jena, di mana ia menetap hingga tahun 1900. Ia tinggal untuk mengejar karir ilmiah secara eksklusif. Selama periode ini, ia menemukan bagaimana menyiapkan hidrosol emas yang bisa dulangi, dan juga mengembangkan slit mikroskop dengan kolaborasi bersama dengan Siedentopf.
Pada tahun 1907, Zsigmondy ditunjuk sebagai Profesor dan Direktur Institut Kimia Orgnik di Universitas Göttingen, di mana ia menetap hingga pensiun pada bulan Februari 1929. Setelah Perang Dunia I, khususnya pada tahun 1922 dan 1923, Institut menderita kekurangan bahan kimia sederhana dan penelitian menjadi sulit dilakukan. Pada tahun 1925, Zsigmondy mendapat penghargaan Hadiah Nobel Kimia untuk penelitiannya pada larutan koloid alam yang heterogen. Hal ini memungkinkannnya untuk mengatasi, dengan penuh rasa syukur, semua kesulitan yang ia temukan pada tahun-tahun sebelumnya. Terpisah dari bukunya yang berjudul Lehrbuch der Kolloidchemie Zsigmondy juga mempublikasikan buku berjudul Über das kolloide Gold dengan kerjasama bersama P.A. Thiessen. Menantunya, Dr. Erich Huckel, yang juga bagian dari timnya, mengkontribusikan sebuah buku teori adsorpsi kumpulan paper Kolloidforschung in Einzeldarstellungen yang ditulis Zsigmondy.
Zsigmondy menikah dengan Laura Luise, nѐe Muller, putri Profesor Wilhelm Müller, pengajar di Anatomi Patologi di Jena pada tahun 1903. Memiliki dua orang putri, Annemarie dan Käthe, sebagai hasil dari pernikahannya. Pada tahun 1925, Annemarie menikah dengan Dr. Erich Huckel Göttingen, yang ketika di Zurich adalah asisten Profesor Debye, dan belakangan menjadi pengajar di sana.
Ia wafat di Göttingen pada tanggal 24 September 1929.